Peninggalan Belanda Jembatan Tjiwalar Cidadap Sukabumi

Jembatan Tjiwalahar membentang diatas sungai Ciwalahar, Desa Cidadap Kecamatan Cidadap Kabupaten Sukabumi

JAMPANG MEDIA – Jembatan Tjiwalahar peninggalan Belanda terletak di kampung Ciragil RT 007/003 Desa Cidadap Kecamatan Cidadap Kabupaten Sukabumi yang dipergunakan sebagai penghubung dari arah kecamatan cidadap menuju lokasi Perkebunan Cikasintu. Jembatan Tjiwalahar ini masih berdiri kokoh walaupun usianya sudah tua.

Jembatan Tjiwalahar dibangun pada tahun 1915 yang pada masa itu dipergunakan untuk akses mobilisasi pengangkutan karet Perkebunan Cikasintu yang dipegang oleh Belanda untuk dibawa ke perkotaan. Perkebunan Cikasintu sendiri merupakan Perkebunan Karet yang berada sejak tahun 1895 kemudian dijadikan sebagai lokasi penanaman karet pertama di Pulau Jawa. Sekitar tahun 1907.

Prasasti Jembatan

Jembatan Tjiwalahar peninggalan belanda ini memiliki panjang kurang lebih 12 meter dengan lebar kurang lebih 4 meter. dibangun menggunakan bahan-bahan sederhana yang ada dilokasi jembatan, walaupun dibangun dengan bahan-bahan sederhana jembatan ini sangat menarik. Jembatan ini memili satu pilar ditengah kemudian mempunyai dua lorong yang membaginya. Anehnya bangunan jaman dulu ini bahan semennya merupakan bahan buatan sendiri biasanya dinamakan semen merah yang mana itu terbuat dari tanah melaui proses pembakaran kemudian diolah dan diaduk dengan semen biasa.

Berada di Tempat Bersejarah di Wilayah Selatan Kabupaten Sukabumi

Jembatan Tjiwalahar dikelilingi pepohonan hijau dengan iringan air sungai ciwalahar yang begitu deras dan bersih. Kemungkinan akan sangat indah jika dijadikan sebagai tempat wisata sekaligus tempat sejarah diwilayah Kabupaten Sukabumi.

Jembatan dari arah Perkebunan Cikasintu meuju arah Kecamatan Cidadap

Dibalik pembangunan jembatan Tjiwalah oleh belanda ternyata ada seorang perancang juga pembuat jembatan ini yang merupakan orang Indonesia. Pada masa Belanda membuka areal untuk Perkebunan Karet, Belanda merekrut beberapa pekerja dari Indonesia untuk dipekerjakan di Perkebunan Cikasintu ini. Para pekerja tersebut berasal dari berbagai daerah mulai dari Yogyakarta, Tasikmalaya, Bandung, Cirebon dan masih banyak yang lainnya.

Menurut pengakuan dan sumber dari para tokoh dilokasi yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, bahwa proses pembangunan Jembatan Tjiwalahar ini memang di kerjakan oleh orang-orang Indonesia salah satunya yaitu ayah dari tokoh tersebut. Pada waktu itu belanda  menyuruh membuat saja tanpa adanya arahan dan rancangan. yang merancang dan membuat jembatan tersebut adalah ayah dari tokoh.

Para tokoh stempat sangat menyayangkan, masyarakat dan para pemerintah setempat kurang sadar akan pentingnya tempat bersejarah ini. Padahal jika rawat dan dijaga kemudian dijadikan tempat wisata atau sebagai warisan cagar budaya, ini akan berdampak bagus bagi kemajuan daerah.

Para tokoh berharap pemerintah setempat dengan masyarakat sekitar bisa lebih menjaga lagi Jembatan Tjiwalar ini hingga kedepannya bisa dijadikan tempat wisata sejarah.

Pos terkait